Berhenti…semua pengemudi kendaraan akan berhenti dalam waktu tertentu, salah satunya saat lampu merah menyala. Di tempat – tempat tertentu pun untuk pejalan kaki yang hendak menyebrang akan berhenti sebentar saat lampu merah menyala.

Berdasarkan informasi yang saya dapat, kinerja lampu merah terbagi dalam dua hal. Pertama, lampu merah diatur sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Kedua, lampu merah diatur  sesuai dengan jumlah kepadatan kendaraan di jalan raya. Jadi fungsi dari lampu merah adalah mengatur lalu lintas.

Bisa dibayangkan bagaimana bila tidak ada lampu merah, maka kondisi di jalan raya bisa tidak terkendali. Walaupun terkadang dengan ada lampu merah saja tetap tidak terkendali. Hal ini bukan karena lampu merahnya, tapi lebih karena pengguna jalan yang tidak disiplin pastinya.

Saat lampu merah, ada dua tipe orang yaitu mereka yang tidak menyukai saat lampu merah karena harus berhenti dalam waktu tertentu ( “ah, lampu merah lagi!” ) dan mereka yang menikmati saat berhenti di lampu merah. Dan sampai disini silahkan berpikir anda adalah orang yang mana saat berada di lampu merah?

Analogi lampu merah adalah menandakan berhenti!
Saat lampu merah, semua kendaraan dan pejalan kaki harus berhenti kalau tidak mungkin akan mengakibatkan sesuatu yang tidak diinginkan.
Begitu pun dalam hidup pribadi kita. Ada kalanya kita harus ada di lampu merah untuk berhenti. Ibarat seorang pengemudi kendaraan, ia akan fokus dengan mengendarai kendaraannya, terus melihat apa yang di depan dan sesekali melihat kiri kanan dan belakang. Tapi saat lampu merah, ia harus berhenti dan di saat itu mungkin ia bisa memperhatikan keadaan sekitar karena posisinya ia sedang diam dan berhenti.

Menurut saya ini yang diperlukan setiap orang dalam hidupnya, ada kalanya seseorang berada di lampu merah dalam hidupnya, yaitu untuk berhenti beberapa saat. Pertanyaannya adalah kenapa setiap kita harus berhenti???

Berhenti disini mengartikan bahwa kita punya waktu untuk setidaknya memperhatikan atau bahkan melihat ke  dalam diri sendiri dan mungkin juga sekitar. Saat kau berhenti sejenak, kau dapat mengevaluasi hidup mu, memperhatikan diri mu sendiri dan juga melihat sekelilingi mu. Sama seperti lampu merah yang di atur sesuai kepadatan jumlah kendaraan di jalan maka hidup mu pun seperti itu, ada kalanya isi kepala sampai di kondisi “padat” maka kau memang harus berhenti untuk menunggu berkurangnya “kepadatan” isi kepala. Sehingga jika kondisinya memang sudah memungkinkan maka kau dapat melanjutkan perjalanan hidup mu.
Hal-hal tersebut tidak dapat kau lakukan saat kau berjalan karena saat itu kau hanya fokus pada apa yang kau tuju.

Dapat dibayangkan jika hidup mu tidak pernah ada di lampu merah untuk berhenti sebentar saja maka dapat dipastikan kau tidak dapat melihat banyak hal lain yang beragam di hidup mu bahkan sekeliling mu. Dan yang pasti akan cepat sekali munculnya ke-egoisan diri.

Namun ada hal yang harus diperhatikan saat kau berhenti di lampu merah, jangan terlalu lama kau melakukan pemberhentian sebab hidup tetap terus berjalan, saat kita terlalu lama maka akan banyak hal yang seharusnya dilewati menjadi tertinggal. Hal inilah yang akan merugikan hidup mu.

Maka berhentilah sebentar, nikmati dan mulai menyukai saat-saat kau harus ada di lampu merah hidup mu 🙂

 

-Meilani Siahaan, S.Psi-